Case 3-2 | Real-World Cases | Wipro and MBH

1. Dari perbandingan ini, setiap perusahaan memiliki kelebihan masing-masing, seperti Wipro dengan implementasi Channel W yang dapat memperkaya kebutuhan para pekerja dan manajer, secara tak terbatas. Sementara itu, implementasi MBH memiliki kelebihan yakni implementasi yang lebih bergantung terhadap informasi dan data. MBH dapat lebih unggul, karena dengan menggunakan informasi dan data yang akurat, maka perusahaan dapat lebih menyesuaikan dalam membuat desain dan solusi terhadap manajemen workflow.


2. Ya, karena Wipro telah mengukur dan mengevaluasi sisi bisnis kuantitatif untuk memahami nilai lengkap terhadap implementasi project self-service mereka, baik dari segi costs, return, dan waktu cycle.


3. MBH sudah mengantisipasi apabila perusahaan memutuskan untuk mengadaptasi model SOA. MBH akan memisahkan self-service MBH dari pemrosesan dan pengumpulan data pada back-end di kantor. Lalu, menyediakan jadwal waktu yang sesuai kesekapatan antara kantor dan sistem self-service ini, untuk membagikan data dan informasi, sehingga ini dapat mencegah permasalahan mengenai integrasi dan implementasi antara self-service dengan sistem SOA. Pada akhirnya, self-service tetap dapat digunakan dengan mudah, seiring berdatangannya implementasi model lain, seperti SOA.

 

Referensi:

Motiwalla, L. F., & Thompson, J. (2012). ENTERPRISE SYSTEMS FOR MANAGEMENT. Harrisonburg: Pearson.

Postingan Populer