Assignments for Chapter 4 | 5th Session
Exercises
1.
Oracle Application Methodology adalah
seperangkat prinsip dan pedoman yang dapat dipersonalisasikan dan berguna pada beberapa
situasi. Proyek pada Oracle AIM dilakukan secara bertahap atau fase. Fase ini
memastikan bahwa aktivitas proyek dapat terkendali dan kualitas terpenuhi di
setiap projek. Fase terbagi atas:
1. Definition:
Me-review objektif bisnis, dan mengevaluasi feasibility dari waktu, resource,
dan budget.
2. Operation
Analysis: Membuat business requirements scenarios, yang sesuai dengan objektif
bisnis yang dibuat pada fase definition.
3. Solution
Design: Merancang blueprint desain yang baik dan yang sesuai dengan business
requirements di masa depan.
4. Build:
Coding dan testing seluruh bagian software yang dimiliki, termasuk enhancements,
data conversions, dan interfaces, serta melakukan validasi bahwa sistem yang
dibuat dapat menyelesaikan kebutuhan bisnis.
5. Transition:
Melakukan deploy solusi penyelesaian ke organisasi. Semua elemen terhadap
implementasi harus datang secara bersamaan.
6. Production:
Aplikasi baru digunakan di dalam lingkungan produksi dalam organisasi.
Review Questions
1.
Pendekatan sistem digunakan untuk problem
solving. Pendekatan ini mengambil masalah yang kompleks, lalu dibagi menjadi
masalah yang lebih kecil dan sederhana, dengan mengidentifikasi masalah dari
atas-bawah, beserta solusinya.
3.
Prototyping, dimana pendekatan ini
mengimplementasikan prototype pada prototype sistem yang berfokus kepada user
interface input dan display output, untuk mendemonstrasikan fungsionalitas
sistem dalam waktu singkat, dan mendapatkan feedback dari prototype yang
dibuat. Lalu sistem akan dirombak kembali sesuai dengan feedback dari user.
Benefit dari pendekatan ini adalah dapat memberikan gambaran besar pada sistem,
berupa user interface yang sesuai dengan keinginan user, sebelum sistem
benar-benar digarap ke jenjang full-scale.
5.
Metodologi implementasi ERP adalah
pendekatan sistematis untuk mengatasi masalah bisnis, dengan menggunakan ERP,
agar organisasi dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang tetap,
sehingga organisasi dapat mengendalikan pengeluaran secara efisien. Contoh dari
metodologi yang menggunakan ERP adalah Total Solution, FastTrack, Rapid-Re,
Accelerated SAP, dan Business Integration Methodology.
7.
-Mengambil dan membuat keputusan terhadap
software yang digunakan.
-Menentukan
konsultan dan sumber daya manusia yang ahli pada bidangnya.
-Mengidentifikasi
dan memetakan perbedaan proses bisnis saat ini dengan proses pada ERP(Menghasilkan
analisis kesenjangan).
-Membuat
rencana jangka panjang, mengenai apakah proses bisnis pada organisasi akan diubah,
atau akan disesuaikan dengan software ERP yang tersedia, sehingga proses nya
bisa saling mendukung
-Membuat
strategi manajemen perubahan yang terperinci, dan rencana untuk pengumuman
perilisan sistem baru yang direncanakan.
9.
Role of Change Management adalah sebuah manajemen
yang memantau dan memberi panduan/petunjuk kepada tim yang mengimplementasi
sistem terhadap seluruh perubahan yang terjadi, baik prosesnya, aturan bisnis
pada ERP, desain input, desain laporan, dan rencana pelatihan dan komunikasi. Manajemen
ini ada untuk mencegah dan/atau meminimalisir kegagalan sistem.
Discussion Questions
1.
Surety Bond adalah perjanjian asuransi untuk
melindungi kelangsungan proyek, untuk mengganti kerugian, seandainya proyek
tersebut gagal. Jackson Lab membeli surety bond untuk mengurangi risiko proyek,
dengan obligasi, seandainya proyek gagal dan mengalami kerugian. Namun, surety
bond memiliki kekurangan, yaitu standarisasi yang tidak memadai dalam industri
IT dengan obligasi.
3.
Jackson Lab mengintegrasikan ERP dari
Oracle, untuk keperluan proses manufaktur, accounting, e-procurement, dan human
resource. Mereka punya tantangan terbesar, yaitu memodifikasi module Oracle
Process Manufacturing untuk dapat mengakomodasi proses bisnis pada lab, untuk
dapat pemeliharaan dan distribusi tikus. OPM didesain untuk dapat menghasilkan
pakan tikus, yang terbuat dari berbagai campuran bahan.
5.
Manajemen perubahan adalah proses
mengembangkan rencana untuk setiap perubahan yang akan diterapkan dalam
organisasi. Selama implementasi, solusi terbaik dalam mengatasi ini terhadap
sumber daya manusia, adalah dengan mengadakan pelatihan, agar staff bisa
beradaptasi dengan transisi tersebut.
Selain
itu, penting juga untuk mendapatkan support dari manajemen organisasi, untuk
menunjukkan bahwa organisasi harus melakukan perubahan, sehingga organisasi
dapat bertahan dalam bisnis.
Setelah
sistem baru diimplementasikan, dukungan dan pelatihan tetap harus dilanjutkan
agar staf tetap merasa bahwa mereka tetap dipekerjakan dengan baik.
7.
ERP Consultant berperan untuk mengetahui
best practice dalam mengevaluasi dan mengimplementasi sistem, memitigasi
risiko, dan membantu proyek tetap dapat sesuai dengan waktu dan budget, serta tetap
sesuai terhadap return of investment. Secara detil dan spesifik, ERP Consultant
dapat menawarkan pengalaman dan kebebasan, membagikan pengetahuan sesuai
standar industri, menyediakan skill spesialisasi, memantau transformasi proses
bisnis, mengendalikan perubahan, mengelola implementasi, dan menyediakan
pelatihan.
Referensi:
Motiwalla,L,F &
Thompson,J 2012, Enterprise Systems For Management, Pearson, New Jersey.
Oracle
AIM – Application Implementation Methodology – Overview – Know-Oracle
What
is the Role of an ERP Consultant? - Ultra Consultants
Surety Bond adalah Asuransi Penjaminan Proyek [Ulasan Lengkap] (lifepal.co.id)